.quickedit{display:none;}

Sabtu, 17 Oktober 2015

TELEMATIKA DAN ARAH PERKEMBANGAN

-        Telematika dan pemanfaatannya

Menurut para praktisi, telematika adalah singkatan dari telekomunikasi dan informasi. Hal tersebut merupakan wujud dari perpaduan konsep dari Computing and Communication. Sementara itu, menurut Kerangka Kebijakan Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika Indonesia, teknologi telematika merupakan singkatan dari teknologi komunikasi, media, dan informatika. Istilah tersebut mengarah pada perkembangan teknologi yang menjadi perangkat pengolah informasi.
Pemanfaatan

            Kecanggihan telematika sangat membantu seluruh aspek didunia. Baik dari segi informasi, aplikasi, mau pun kegunaan lainnya. Informasi disini diartikan telematika sebagai media yang membantu menyebarkan informasi yang bisa menjadi pengetahuan setiap orang yang membaca. Dengan akses internet dan ilmu komputer, informasi bisa dikemas dengan menarik, kreatif dan mudah didapat. Selain dari segi informasi, pemanfaatan telematika lainnya ialah dalam segi aplikasi. Pemanfaatan telematika mendukung praktisi – praktisi membuat aplikasi dari sistem yang masih menggunakan cara manual.

            Banyak manfaat dari telematika tersebut. Namun, banyak juga pihak yang menyalahgunakan manfaat dari telematika. Seperti bebasnya informasi yang tanpa batasan sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Terjadinya kejahatan internet seperti terbobolnya data yang ada di internet, adanya ‘hacking’ pada suatu web, dan masih banyak lagi. Sebab itu lah dibuat peraturan tertulis mengenai telematika di Indonesia.

-          Perkembangan Telematika

Perkembangan telematika memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu dan popular. Semula media masih belum menjadi bagian integral dari hal tersebut. Seiring dengan perkembangan yang pesat, baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan komunikasi juga menghadirkan media sebagai komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah telematika  merujuk pada perkembangan antara telekomunikasi, media, dan informatika. Seperti pada pendapat Kerangka Kebijakan Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika Indonesia yang telah dibahas.
Seperti penjelasan sebelumnya, perkembangan telematika berjalan dengan pesat. Kebutuhan manusia sangat mempengaruhi perkembangan tersebut. Contoh nyata dari perkembangan telematika ialah dengan munculnya berbagai social media. Pada tahun 1990 manusia berkomunikasi menggunakan surat yang mana masih membutuhkan waktu untuk pengiriman. Dengan kebutuhan tersebut dibuatlah surat elektronik yang menggunakan ilmu komputer dan elektronika. Surat elektronik atau yang kita kenal dengan email diciptakan untuk memudahkan komunikasi manusia. Dengan mengandalkan koneksi internet dan perangkat elektronik kita bisa mengirim dan menerima file atau berkas tanpa menunggu lama. Ada pun fasilitas yang menunjang email seperti Ymail dan Gmail.

-          Arah perkembangan telematika

D Indonesia, perkembangan telematika mengalami tiga periode perkembangan berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat, yaitu antara lain:
1.      Periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Pada tahun 1970-an, perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, membuat Indonesia tidak cukup mengindahkan perkembangan telematika. Pada tahun 1980-an, jaringan telpon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas.
2.      Periode pengenalan, rentang waktunya adalah tahun 1990-an. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun ini. Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televisi internasional - tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998.
3.      Periode aplikasi dimulai tahun 2000. Awal era millennium inilah, pemerintah Indonesia serius menaggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama di sektor sellular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya. Namun, peluang untuk memperoleh informasi bernuansa porno dan bentuk kekerasan lainnya, menjadi sangat mudah didapatkan dalam teknologi telematika.

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga tidak akan kalah dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan faktor baru dari perkembangan teknologi. Antarmuka pun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu, GoogleApps, YahooApps Live semua berlomba menampilkan antarmuka yang terbaik dan lebih bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunannya.

Bangsa Indonesia berusaha untuk tidak tertinggal dengan bangsa lain menyangkut telematika. Dengan dirintis oleh beberapa orang yang berdedikasi pada dunia akademisi, pengenalan dunia telematika mulai dilakukan seiring berkembangnya situasi politik dan ekonomi.

Dukungan politik pemerintah dengan berbagai kebijakannya, lebih menggairahkan telematika di Indonesia, dan tentunya industri, serta pengaruh luar negeri mengambil peranan penting disamping ketertarikan masyarakat yang membutuhkannya.

Perkembangan telematika di Indonesia mengalami peningkatan, sejalan dengan inovasi teknologi yang terjadi. Prospek ke masa depan, telematika di Indonesia memiliki potensi yang tinggi, baik itu untuk kemajuan bangsa, maupun pemberdayaan sumber daya manusianya.

Referensi:
http://ichamuharami.blogspot.co.id/2014/10/telematika-dan-arah-perkembangannya-di.html

This Blog Created By:
Gita Nurfajriah
4 KA 30
13112183

Jumat, 20 Februari 2015

#MMBerduka

Hy..

Assalamualaikum semua :)

Disini gue kembali cerita tentang sesuatu yang menakutkan tapi gue udah lumayan tabah buat menyikapi hal itu. Well, sebagai ciptaan Allah SWT, kita gak tau bagaimana nasib kita kelak. Takdir kalo kita diciptakan untuk hidup dan mati atas kehendak-Nya. Takdir kalo cuma Dia yang bisa menentukan nasib kita; hidup, mati, jodoh dan rejeki.

Hari ini gue kembali mendapatkkan kabar yang kurang enak didengar. Sifa, temen SMK gue menghembuskan nafas terakhirnya dirumah sakit pagi hari jam 11.05 WIB. Emang sebelumnya dari 2minggu yang lalu dia terkena musibah.


*********

"Itu dia nyokap bokap Pipung!!" 

Kita semua langsung menemui orang tua Sifa (biasa dipanggil Pipung). Gue, +Liza Sabila Fajria , Imah, Nita dan beberapa anak cowok pergi menjenguk Sifa yang katanya hampir seminggu terbaring dirumah sakit. Ibu dan Ayah yang sangat tabah, mereka keluar dari musolah sambil membawa beberapa berkas yang dikemas didalam file. Sifa lagi menjalani operasi malam itu, dan kita cuma bisa ngobrol sama orang tuanya.

Sifa terkena ledakan gas lpg pas mau masak kue subuh - subuh , kata Ibu nya.

"Semalaman dia begadang nyetrika pakaian dirumah sampai subuh. Trus dia bikin kue. Udah diteriakin gas nya bocor tapi dia gak denger, tiba- tiba dia udah teriak aja.", lanjut Ibunda.

Kita selama ini cuma khawatir akan luka yang merusak fisiknya aja, dan kita sedikit tenang karena udah menjalani operasi sebanyak tiga kali. Temen-temen yang jenguk di hari ke-2nya pun ngabarin kalo pipung udah dipindah diruang perawatan dan masih bisa tertawa. Kita sekelas pun mengucap syukur.

Tapi, sampai kemarin kabar gaenak muncul lagi. Sifa dikabarkan kembali kritis karena terlalu banyak gas yang dihirupnya. Ditambah lagi kabar dari Liza yang langsung dateng ke tempat. Selang dan kabel dimana mana, balutan perban dan keadaan Sifa yang tertidur.

Alhasil, semalaman kita sedih sedihan bareng :')

Rencana dan wacana untuk jenguk ramai lagi. Dari jenguk sampai bawa bawa kue karena tanggal 13 kemarin dia ulang tahun hihi. Tapi semua itu berubah jadi suasana tegang, ketika kabar yang benar-benar ditakuti datang.

Yes, she's gone.

********

Kembali lagi gue kehilangan satu temen. Temen seperjuangan, se-SMP, se-SMK, se-nasib (karena jadi upik abu). The strongest girl dikelas, ter-woles .. gak pernah gue denger keluhan atau manja dari dia, Sifa sosok yang mandiri, berani dan ngaret. oh sorry-____________-"

Worst moment of the year, tapi ini membuat gue semakin sadar kalo gak ada yang abadi di dunia. Setiap insan yang kekal, sekuat apapun sesorang jika Allah udah berkehendak semua akan sia-sia. Cuma amal baik danilmu yang bisa nolong kita nanti. 

At last, selamat jalan Sifa Choirunnisa (13-02-1994 -- 20-02-1994) . #RestInPeace lovely, Syurga kembali mendapatkan bidadari :')




Rabu, 24 Desember 2014

TUGAS IV BAHASA INDONESIA

Jelaskan karangan ilmiah harus faktual, objektif,sistematis dan menggunakan kalimat - kalimat yang lugas dan harus tuntas!

Karena hal - hal diatas seperti faktual,objektif, sistematis, lugas dan tuntas adalah faktor pendukung kualitas karangan. Karangan harus akurat dan faktual agar terjamin kebenaran informasi yang terkandung. Sementara objektif, sebuah karangan harus tertuju pada sebuah objek agar permasalahan tidak menyebar ke masalah yang tidak terkait. Sistematis maksudnya agar karangan tersusun sesuai kerangka. Sementara itu, lugas ialah penggunaan kata yang tepat dan tidak meninggalkan kesan ambigu agar pembaca mudah memahami isi dari karangan ilmiah yang dibuat. Faktor lain ialah tuntas, sebuah karangan ilmiah harus tuntas agar permasalahan yang dibahas pada karangan ilmiah tersebut bisa menemukan solusi untuk memenuhi tujuan dari karangan ilmiah tersebut di buat.

Nama    : Gita Nurfajriah
Kelas    : 3KA30
NPM    : 13112183

Tugas III - Bahasa Indonesia (Contoh Paragraf)

Pendidikan Gratis

Contoh Paragraf Argumentasi:

Pendidikan gratis hanya janji yang bergema luas saat kampanye dan pemilihan pimpinan daerah maupun pusat. Saat pemilihan usai akan lain ceritanya. Anak-anak miskin di kota, desa, dan pedalaman tetap mengalami kesulitan untuk mengakses pendidikan yang layak. Di perkotaan sekolah berlomba-lomba meningkatkan sarana dan prasaran dengan jalan menaikkan pungutan dengan dalil sumbangan pendidikan, uang gedung, dan lain-lain karena biasanya masyarakat perkotaan lebih memilih sekolah yang mempunyai sarana pendidikan yang baik sehingga mereka tidak akan segan untuk membayar mahal demi memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak mereka. Sebaliknya di pinggiran kota, pedesaan, dan pedalaman, sekolah tidak bisa mengenakan pungutan kepada orang tua siswa karena tidak ada lagi yang bisa dipungut dari masyarakat. Para siswa harus puas dengan kondisi fasilitas pendidikan yang jauh dari kata layak

Contoh Paragraf  Persuasi:

Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk menghasilkan penduduk yang berkualitas sebagai modal pembangunan. Tingkat pendidikan seseorang akan berpengaruh bagi penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang amat sangat penting di abad ke-21 ini. Indonesia sebagai negara berkembang, masih memiliki tingkat pendidikan yang bisa dibilang masih cukup rendah. Menurut data United Nation Development Programme (UNDP), tingkat pendidikan masyarakat Indonesia berada di peringkat 124 dari 187 negara yang disurvei. Tingginya angka putus sekolah karena ketidakadaan biaya mungkin menjadi sebab rendahnya tingkat pendidikan masyarakat Indonesia ini. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggungjawab seluruh komponen bangsa untuk membantu mereka yang membutuhkan agar dapat melanjutkan pendidikannya.

Nama      : Gita Nurfajriah
NPM      : 13112183
Kelas      : 3 KA 30

Referensi: 
http://www.clusm.com/2013/04/contoh-dan-pengertian-lengkap-paragraf.html


Minggu, 16 November 2014

Tugas Bahasa Indonesia 1

Apakah dengan menguasai materi-materi seperti;
-          Fungsi bahasa
-          Ragam bahasa
-          Ejaan
-          Diksi
-          Kalimat efektif
-          Alinea dan perkembangannya
-          Perencanaan penulisan karangan ilmiah
-          Kerangka karangan
-          Kutipan dan daftar pustaka

tujuan perkuliahan dapat dicapai?

Pembahasan

                Sebagaimana kita ketahui, tujuan dari perkuliahan Bahasa Indonesia ini ialah mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar secara lisan dan terutama tulis sebagai sarana pengembangan gagasan ilmiah.
            Pada materi yang pertama yaitu fungsi bahasa. Fungsi bahasa sangatlah berpengaruh terhadap tujuan perkuliahan karena fungsi bahasa sendiri adalah sebagai berikut:
1.      Sebagai bahasa Negara dan pemersatu bangsa
2.      Sebagai alat komunikasi
3.      Sebagai petunjuk identitas diri
4.      Sebagai alat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Dengan memahami fungsi-fungsi bahasa seperti diatas, maka kita sebagai pemuda dan pelajar akan menyadari pentingnya bahasa. Menyangkut fungsi bahasa yang tentunya kita gunakan dikehidupan sehari-hari dan terhadap masyarakat luar dan membutuhkan tutur bahasa yang baik. Fungsi bahasa disini ialah menjadi dasar pembelajaran tentang bahasa Indonesia agar pemuda dan pelajar bisa memahami bagaimana cara berbahasa yang baik dan benar.

Kemudian untuk materi yang kedua yaitu ragam bahasa. Ragam bahasa atau variasi bahasa adalah bentuk atau wujud dari bahasa yang ditandai dengan ciri-ciri linguistik dan non linguistik. Linguistik disini meliputi fonologi, morfologi dan sintaksis. Sementara non linguistik meliputi lokasi atau tempat, lingkungan social dan lingkungan keprofesian pemakainya.

Selain itu, ragam bahasa juga dibedakan berdasarkan pokok pembicaraanya seperti ragam bahasa undang-undang, ragam bahasa jurnalistik, ragam bahasa ilmiah dan ragam bahasa panggung. Selain itu ragam bahasa juga dibedakan berdasarkan pembicaraannya seperti ragam lisan dan ragam tulis.

Suatu individu tidak berada disuatu lingkungan , malainkan diberbagai macam lingkungan. Selain itu setiap individu juga dihadapkan dengan situasi atau keadaan yang berbeda. Sesuai dengan tujuan perkuliahan, dengan menguasai materi ragam bahasa, kita bisa memakai bahasa yang tepat untuk bertutur kata dan untuk sarana penulisan gagasan ilmiah.

Untuk materi selanjutnya, kita akan membahas tentang ejaan. Ejaan merupakan penggambaran / pelafalan bunyi bahasa dengan kaidah tulisan / huruf yang distandarisasikan dan mempunyai makna. Ejaan mempunyai tiga aspek yaitu :
1.      Aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad
2.      Aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan – satuan morfemis
3.      Aspek sintaksis yang menyangkut penanda berupa tanda baca
Dengan itu, materi ejaan juga berpengaruh akan tujuan perkuliahan. Ejaan sangat mempengaruhi penulisan sebagai sarana pengembangan gagasan ilmiah yang merupakan tujuan dari perkuliahan.
Materi selanjutnya ialah diksi. Diksi merupakan pilihan kata yang memiliki makna. Dalam penggunaannya, diksi haruslah tepat dan selaras untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek yang diharapkan.  Fungsi dari diksi anatara lain sebagai berikut:
-          Membuat pembaca atau pendengar mengerti secara benar dan tidak salah paham dengan apa yang disampaikan oleh pembicara atau penulis.
-          Untuk mencapai target komunikasi yang efektif.
-          Melambangkan gagasan yang di ekspresikan secara verbal.
-          Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat dan sesuai sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca.
Adapun elemen – elemen dari diksi, yaitu:
1.      Sinonim
Merupakan kata – kata yang memiliki persamaan makna.
2.      Antonim
Merupakan ungkapan berupa kata, frase atau kalimat yang maknanya dianggap kebalikan dari makna / ungkapan lain.
3.      Polisemi
Sebagai satuan bahasa terutama kata atau frase yang memiliki makna lebih dari satu.
4.      Hiponim
Suatu kata yang maknanya telah tercakup oleh kata yang lain, sebagai ungkapan berupa kata, frase atau kalimat yang maknanya dianggap merupakan bagian dari makna suatu ungkapan.
5.      Hipernim
Merupakan suatu kata yang mencakup makna kata lain.
6.      Homonim
Merupakan kata – kata yang memiliki kesamaan ejaan dan bunyi namun berbeda arti.
7.      Homofon
Merupakan kata – kata yang memiliki bunyi sama tetapi ejaan dan artinya berbeda.
8.      Homograf
Merupakan kata – kata yang memiliki tulisan yang sama tetapi bunyi dan artinya berbeda.
Berdasarkan penjelasan diatas, penguasaan diksi juga mempengaruhi akan tercapainya tujuan dari perkuliahan ini. sebab, dengan diksi kita bisa menggunakan kalimat yang menunjang terbentuknya kalimat atau penulisan yang tepat sehingga terciptanya pembicaraan / penulisan yang mudah dimengerti dan sesuai dengan tujuan penulisan / pembicaraan yang kita kehendak.
Untuk materi selanjutnya, yaitu mengenai  kalimat efektif. Kalimat efektif merupakan kalimat yang memiliki makna yang lugas dengan menggunakan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh pendengar / pembaca.
Adapun ciri – ciri dari kalimat efeketif, yaitu:
-          Kesepadanan
Suatu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu unsur Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), dan Keterangan (K).
-          Kecermatan dalam pemilihan dan penggunaan kata
Dalam membuat kalimat efektif jang  sampai menjadi kalimat yang ambigu. Artinya kalimat tidak manimbulkan yafsiran ganda.
-          Kehematan
Hemat disini maksudnya ialah hemat dalam penggunaan kata, frase atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Karena penggunaan kata yang berlebih akan mengaburkan maksud kalimat.
-          Kelogisan
Kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Hubungan unsur – unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis dan masuk akal.
-          Kesatuan dan Kepaduan
Memadukan pernyataan kalimat sehingga informasi yang disampaikan tidak terpecah – pecah.
-          Kesejajaran
Merupakan bentuk kata atau imbuhan yang menggunakan kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu. Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me- juga.
-          Ketegasan
Ketegasan disini artinya ialah suatu perlakuan penonjolan terhadap ide pokok dari kalimat untuk membentuk suatu penekanan.

Kalimat efektif akan membantu menyampaikan maksud penulisan / pembicaraan yang kita sampaikan tanpa memecahkan gagasan dan penafsiran pembaca / pendengar.

Selain itu, dalam penulisan harus menggunakan alinea. Alinea merupakan suatu kumpulan kalimat yang saling berhubungan antara yang satu dengan yang lain dalam suatu rangkaian yang membentuk suatu kalimat yang bisa disebut dengan penuangan ide melalui kalimat yang bersatu dengan topik yang sama. Alinea juga disebut paragraph atau karangan singkat.

Macam – macam alinea berdasarkan isinya, antara lain sebagai berikut:
-          Alinea Persuatif yang berisi promosi sesuatu dengan cara mempengaruhi atau mengajak pembaca.
-          Alinea Argumentatif yang membahas satu masalah dengan bukti – bukti alasan yang mendukung.
-          Alinea Naratif yang menuturkan peristiwa atau keadaan dalam bentuk data atau cerita.
-          Alinea Deskriptif yang menggambarkan sesuatu dengan bahasa.
-          Alinea Ekspositoris yang memparkan sesuatu fakta atau kenyataan kejadian tertentu.

Adapun metode pengembangan alinea, yaitu:
a.       Metode Definisi
Yang dimaksud definisi ialah usaha penulis untuk menerangkan pengertian / konsep istilah terteantu.
b.      Metode Proses
Sebuah alinea dikatakan menggunakan metode proses apabika isi alinea menguraikan suatu proses. Proses ini merupakan suatu urutan tindakan atau perbuatan untuk menciptakan sesuatu. Urutan harus disusun secara kronologis.
c.       Metode Contoh
Dalam gagasan ilmiah, contoh dan ilustrasi selalu ditampilkan. Contoh – contoh terurai, lebih – lebih yang memerlukan penjelasan rinci tentu harus disusun berbentuk alinea.
d.      Metode Sebab – Akibat
Metode ini dipakai untuk menerangkan suatu kejadian dan akibat yang ditimbulkannya, atau sebaliknya. Metode ini biasanya tampil di tengah karangan yang berisi pembahasan atau analisis.
e.       Metode Perbandingan
Kalimat topik berisi perbandingan dua hal, misalnya yang bersifat abstrak dengan yang bersifat kongkret. Karena topik tersebut dikembangkan dengan memperinci perbandingan tersebut dalam bentuk yang lebih detail.

Materi alinea dan perkembangannya ini tentu mempengaruhi tujuan perkuliahan. Karena denngan mengetahui metode pengembangan dari alinea sendiri, penulis bisa memahami bagaimana menulis suatu gagasan ilmiah dengan menggunakan alinea.
Selanjutnya kita akan membahas tentang Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah. Sesuai dengan salah satu tujuan perkuliahan yaitu mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar terutama untuk penulisan gagasan ilmiah, perancanaan penulisan karangan ilmiah ini sangatlah dibutuhkan untuk memudahkan proses penulisan karangan ilmiah tersebut. Beberapa langkah yang harus dilalui meliputi:
1.      Memilih topik
Artinya memilih apa yang akan menjadipokok pembicaraan. Topik dapat diperoleh dari berbagi sumber seperti pengalaman, pengamatan, pendapat dan khayalan. Namun sebagian besar gagasan ilmiah memilih sumber dari pengamatan, pengalaman dan penalaran. Topic yang dipilih pun harus menarik, tidak terlalu luas atau sempit. Topic yang di pilih sesuai dengan kemampuan penulisan serta topic yang dikaji hendaknya bermanfaat.
2.      Merumuskan tujuan penulisan
Rumusan tujuan penulisan adalah suatu gambaran atau perencanaan menyeluruh yang akan mengarahkan penulis dalam penulisan selanjutnya dengan menentukan tujuan penulisan.
3.      Mengumpulkan bahan
Bahan – bahan yang diperoleh dari berbagai sumber sebaiknya dicatat dalam kartu – kartu informasi. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan penulis dalam mrlacak sumber informasi dalam penulisannya.
4.      Menyusun kerangka
Penyusunan kerangka ini dimaksudkan agar penulisan ilmiah tersebut terarah dan sesuai dengan yang diharapkan karena kerangka karangan merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis – garis besar dari suatu karangan yang akan dibahas.

Dengan pembahasan materi perencanaan penulisan karangan ilmiah ini, kita bisa memahami bagaimana mengembangkan gagasan ilmiah dengan mudah dan mengetahui langkah – langkah pembuatan gagasan ilmiah sendiri.

Akhir dari tahap penulisan karangan ilmiah ialah menyusun kerangka. Kerangka yang dimaskud ialah kerangka karangan. Seperti yang sudah dijabarkan pada menyusun kerangka, kerangka dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak  keluar dari tema atau pembicaraan yang dituju. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan, sehingga penulis hanya mengembangkan kerangka tersebut sesuai dari sumber dan informasi yang diperoleh menjadisebuah karangan yang sesuai tujuan. Dengan bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianilisa dan dipertimbangan secara menyuluruh.


 Nama: Gita Nurfajriah
 Kelas: 3KA30
 NPM: 13112183

Tugas Bahasa Indonesia 1

Apakah dengan menguasai materi-materi seperti;
-          Fungsi bahasa
-          Ragam bahasa
-          Ejaan
-          Diksi
-          Kalimat efektif
-          Alinea dan perkembangannya
-          Perencanaan penulisan karangan ilmiah
-          Kerangka karangan
-          Kutipan dan daftar pustaka

tujuan perkuliahan dapat dicapai?

Pembahasan

                Sebagaimana kita ketahui, tujuan dari perkuliahan Bahasa Indonesia ini ialah mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar secara lisan dan terutama tulis sebagai sarana pengembangan gagasan ilmiah.
            Pada materi yang pertama yaitu fungsi bahasa. Fungsi bahasa sangatlah berpengaruh terhadap tujuan perkuliahan karena fungsi bahasa sendiri adalah sebagai berikut:
1.      Sebagai bahasa Negara dan pemersatu bangsa
2.      Sebagai alat komunikasi
3.      Sebagai petunjuk identitas diri
4.      Sebagai alat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Dengan memahami fungsi-fungsi bahasa seperti diatas, maka kita sebagai pemuda dan pelajar akan menyadari pentingnya bahasa. Menyangkut fungsi bahasa yang tentunya kita gunakan dikehidupan sehari-hari dan terhadap masyarakat luar dan membutuhkan tutur bahasa yang baik. Fungsi bahasa disini ialah menjadi dasar pembelajaran tentang bahasa Indonesia agar pemuda dan pelajar bisa memahami bagaimana cara berbahasa yang baik dan benar.

Kemudian untuk materi yang kedua yaitu ragam bahasa. Ragam bahasa atau variasi bahasa adalah bentuk atau wujud dari bahasa yang ditandai dengan ciri-ciri linguistik dan non linguistik. Linguistik disini meliputi fonologi, morfologi dan sintaksis. Sementara non linguistik meliputi lokasi atau tempat, lingkungan social dan lingkungan keprofesian pemakainya.

Selain itu, ragam bahasa juga dibedakan berdasarkan pokok pembicaraanya seperti ragam bahasa undang-undang, ragam bahasa jurnalistik, ragam bahasa ilmiah dan ragam bahasa panggung. Selain itu ragam bahasa juga dibedakan berdasarkan pembicaraannya seperti ragam lisan dan ragam tulis.

Suatu individu tidak berada disuatu lingkungan , malainkan diberbagai macam lingkungan. Selain itu setiap individu juga dihadapkan dengan situasi atau keadaan yang berbeda. Sesuai dengan tujuan perkuliahan, dengan menguasai materi ragam bahasa, kita bisa memakai bahasa yang tepat untuk bertutur kata dan untuk sarana penulisan gagasan ilmiah.

Untuk materi selanjutnya, kita akan membahas tentang ejaan. Ejaan merupakan penggambaran / pelafalan bunyi bahasa dengan kaidah tulisan / huruf yang distandarisasikan dan mempunyai makna. Ejaan mempunyai tiga aspek yaitu :
1.      Aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad
2.      Aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan – satuan morfemis
3.      Aspek sintaksis yang menyangkut penanda berupa tanda baca
Dengan itu, materi ejaan juga berpengaruh akan tujuan perkuliahan. Ejaan sangat mempengaruhi penulisan sebagai sarana pengembangan gagasan ilmiah yang merupakan tujuan dari perkuliahan.
Materi selanjutnya ialah diksi. Diksi merupakan pilihan kata yang memiliki makna. Dalam penggunaannya, diksi haruslah tepat dan selaras untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek yang diharapkan.  Fungsi dari diksi anatara lain sebagai berikut:
-          Membuat pembaca atau pendengar mengerti secara benar dan tidak salah paham dengan apa yang disampaikan oleh pembicara atau penulis.
-          Untuk mencapai target komunikasi yang efektif.
-          Melambangkan gagasan yang di ekspresikan secara verbal.
-          Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat dan sesuai sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca.
Adapun elemen – elemen dari diksi, yaitu:
1.      Sinonim
Merupakan kata – kata yang memiliki persamaan makna.
2.      Antonim
Merupakan ungkapan berupa kata, frase atau kalimat yang maknanya dianggap kebalikan dari makna / ungkapan lain.
3.      Polisemi
Sebagai satuan bahasa terutama kata atau frase yang memiliki makna lebih dari satu.
4.      Hiponim
Suatu kata yang maknanya telah tercakup oleh kata yang lain, sebagai ungkapan berupa kata, frase atau kalimat yang maknanya dianggap merupakan bagian dari makna suatu ungkapan.
5.      Hipernim
Merupakan suatu kata yang mencakup makna kata lain.
6.      Homonim
Merupakan kata – kata yang memiliki kesamaan ejaan dan bunyi namun berbeda arti.
7.      Homofon
Merupakan kata – kata yang memiliki bunyi sama tetapi ejaan dan artinya berbeda.
8.      Homograf
Merupakan kata – kata yang memiliki tulisan yang sama tetapi bunyi dan artinya berbeda.
Berdasarkan penjelasan diatas, penguasaan diksi juga mempengaruhi akan tercapainya tujuan dari perkuliahan ini. sebab, dengan diksi kita bisa menggunakan kalimat yang menunjang terbentuknya kalimat atau penulisan yang tepat sehingga terciptanya pembicaraan / penulisan yang mudah dimengerti dan sesuai dengan tujuan penulisan / pembicaraan yang kita kehendak.
Untuk materi selanjutnya, yaitu mengenai  kalimat efektif. Kalimat efektif merupakan kalimat yang memiliki makna yang lugas dengan menggunakan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh pendengar / pembaca.
Adapun ciri – ciri dari kalimat efeketif, yaitu:
-          Kesepadanan
Suatu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu unsur Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), dan Keterangan (K).
-          Kecermatan dalam pemilihan dan penggunaan kata
Dalam membuat kalimat efektif jang  sampai menjadi kalimat yang ambigu. Artinya kalimat tidak manimbulkan yafsiran ganda.
-          Kehematan
Hemat disini maksudnya ialah hemat dalam penggunaan kata, frase atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Karena penggunaan kata yang berlebih akan mengaburkan maksud kalimat.
-          Kelogisan
Kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Hubungan unsur – unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis dan masuk akal.
-          Kesatuan dan Kepaduan
Memadukan pernyataan kalimat sehingga informasi yang disampaikan tidak terpecah – pecah.
-          Kesejajaran
Merupakan bentuk kata atau imbuhan yang menggunakan kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu. Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me- juga.
-          Ketegasan
Ketegasan disini artinya ialah suatu perlakuan penonjolan terhadap ide pokok dari kalimat untuk membentuk suatu penekanan.

Kalimat efektif akan membantu menyampaikan maksud penulisan / pembicaraan yang kita sampaikan tanpa memecahkan gagasan dan penafsiran pembaca / pendengar.

Selain itu, dalam penulisan harus menggunakan alinea. Alinea merupakan suatu kumpulan kalimat yang saling berhubungan antara yang satu dengan yang lain dalam suatu rangkaian yang membentuk suatu kalimat yang bisa disebut dengan penuangan ide melalui kalimat yang bersatu dengan topik yang sama. Alinea juga disebut paragraph atau karangan singkat.

Macam – macam alinea berdasarkan isinya, antara lain sebagai berikut:
-          Alinea Persuatif yang berisi promosi sesuatu dengan cara mempengaruhi atau mengajak pembaca.
-          Alinea Argumentatif yang membahas satu masalah dengan bukti – bukti alasan yang mendukung.
-          Alinea Naratif yang menuturkan peristiwa atau keadaan dalam bentuk data atau cerita.
-          Alinea Deskriptif yang menggambarkan sesuatu dengan bahasa.
-          Alinea Ekspositoris yang memparkan sesuatu fakta atau kenyataan kejadian tertentu.

Adapun metode pengembangan alinea, yaitu:
a.       Metode Definisi
Yang dimaksud definisi ialah usaha penulis untuk menerangkan pengertian / konsep istilah terteantu.
b.      Metode Proses
Sebuah alinea dikatakan menggunakan metode proses apabika isi alinea menguraikan suatu proses. Proses ini merupakan suatu urutan tindakan atau perbuatan untuk menciptakan sesuatu. Urutan harus disusun secara kronologis.
c.       Metode Contoh
Dalam gagasan ilmiah, contoh dan ilustrasi selalu ditampilkan. Contoh – contoh terurai, lebih – lebih yang memerlukan penjelasan rinci tentu harus disusun berbentuk alinea.
d.      Metode Sebab – Akibat
Metode ini dipakai untuk menerangkan suatu kejadian dan akibat yang ditimbulkannya, atau sebaliknya. Metode ini biasanya tampil di tengah karangan yang berisi pembahasan atau analisis.
e.       Metode Perbandingan
Kalimat topik berisi perbandingan dua hal, misalnya yang bersifat abstrak dengan yang bersifat kongkret. Karena topik tersebut dikembangkan dengan memperinci perbandingan tersebut dalam bentuk yang lebih detail.

Materi alinea dan perkembangannya ini tentu mempengaruhi tujuan perkuliahan. Karena denngan mengetahui metode pengembangan dari alinea sendiri, penulis bisa memahami bagaimana menulis suatu gagasan ilmiah dengan menggunakan alinea.
Selanjutnya kita akan membahas tentang Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah. Sesuai dengan salah satu tujuan perkuliahan yaitu mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar terutama untuk penulisan gagasan ilmiah, perancanaan penulisan karangan ilmiah ini sangatlah dibutuhkan untuk memudahkan proses penulisan karangan ilmiah tersebut. Beberapa langkah yang harus dilalui meliputi:
1.      Memilih topik
Artinya memilih apa yang akan menjadipokok pembicaraan. Topik dapat diperoleh dari berbagi sumber seperti pengalaman, pengamatan, pendapat dan khayalan. Namun sebagian besar gagasan ilmiah memilih sumber dari pengamatan, pengalaman dan penalaran. Topic yang dipilih pun harus menarik, tidak terlalu luas atau sempit. Topic yang di pilih sesuai dengan kemampuan penulisan serta topic yang dikaji hendaknya bermanfaat.
2.      Merumuskan tujuan penulisan
Rumusan tujuan penulisan adalah suatu gambaran atau perencanaan menyeluruh yang akan mengarahkan penulis dalam penulisan selanjutnya dengan menentukan tujuan penulisan.
3.      Mengumpulkan bahan
Bahan – bahan yang diperoleh dari berbagai sumber sebaiknya dicatat dalam kartu – kartu informasi. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan penulis dalam mrlacak sumber informasi dalam penulisannya.
4.      Menyusun kerangka
Penyusunan kerangka ini dimaksudkan agar penulisan ilmiah tersebut terarah dan sesuai dengan yang diharapkan karena kerangka karangan merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis – garis besar dari suatu karangan yang akan dibahas.

Dengan pembahasan materi perencanaan penulisan karangan ilmiah ini, kita bisa memahami bagaimana mengembangkan gagasan ilmiah dengan mudah dan mengetahui langkah – langkah pembuatan gagasan ilmiah sendiri.

Akhir dari tahap penulisan karangan ilmiah ialah menyusun kerangka. Kerangka yang dimaskud ialah kerangka karangan. Seperti yang sudah dijabarkan pada menyusun kerangka, kerangka dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak  keluar dari tema atau pembicaraan yang dituju. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan, sehingga penulis hanya mengembangkan kerangka tersebut sesuai dari sumber dan informasi yang diperoleh menjadisebuah karangan yang sesuai tujuan. Dengan bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianilisa dan dipertimbangan secara menyuluruh.


 Nama: Gita Nurfajriah
 Kelas: 3KA30
 NPM: 13112183