.quickedit{display:none;}

Senin, 09 November 2015

TEMA 2 || Jaringan Wireless dan Terminal

Wireless
Wireless atau  disebut nirkabel, adalah teknologi yang menghubungkan dua piranti untuk bertukar data tanpa media kabel. Data dipertukarkan melalui media gelombang cahaya tertentu (seperti teknologi infra merah pada remote TV) atau gelombang radio (seperti bluetooth pada komputer dan ponsel) dengan frekuensi tertentu.

Kelebihan teknologi ini adalah mengeliminasi penggunaan kabel, yang bisa cukup menganggu secara estetika, dan juga kerumitan instalasi untuk menghubungkan lebih dari 2 piranti bersamaan. Misalnya: untuk menghubungkan sebuah 1 komputer server dengan 100 komputer client, dibutuhkan minimal 100 buah kabel, dengan panjang bervariasi sesuai jarak komputer klien dari server. Jika kabel2 ini tidak melalui jalur khusus yang ditutupi (seperti cable tray atau conduit), hal ini dapat mengganggu pemandangan mata atau interior suatu bangunan. Pemandangan tidak sedap ini tidak ditemui pada hubungan antar piranti berteknologi nirkabel.

Wireless adalah teknologi tanpa kabel, dalam hal ini adalah melakukan hubungan telekomunikasi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai pengganti kabel. Saat ini teknologi wireless berkembang dengan pesat, secara kasat mata dapat dilihat dengan semakin banyaknya pemakaian telepon sellular, selain itu berkembang pula teknologi wireless yang digunakan untuk akses internet.

Contohnya :
·         Infrared(IR)
·         Wireless wide area network (bluetooth)
·         Radio Frequency (RF)
·         Wireless personal area network /telepon seluler(GSM/CDMA)
·         Wireless LAN (802.11)

Wireles LAN (WLAN)

Wireless LAN (WLAN) adalah teknologi LAN yang menggunakan frekuensi dan transmisi radio sebagai media penghantarnya, pada area tertentu, menggantikan fungsi kabel. Pada umumnya WLAN digunakan sebagai titik distribusi di tingkat pengguna akhir, melalui sebuah atau beberapa perangkat yang disebut dengan Access Point (AP), berfungsi mirip hub dalam terminologi jaringan kabel ethernet. Di tingkat backbone, sejumlah AP tersebut tetap dihubungkan dengan media kabel. WLAN dimaksudkan sebagai solusi alternatif media untuk menjangkau pengguna yang tidak terlayani oleh jaringan kabel, serta untuk mendukung pengguna yang sifatnya bergerak atau berpindah-pindah (mobilitas).

Frekuensi yang kini umum dipergunakan untuk aplikasi WLAN adalah 2.4 Ghz dan 5.8 Ghz yang secara internasional dimasukkan ke dalam wilayah licensce exempt (bebas lisensi) dan dipergunakan bersama oleh publik (frequency sharing). Belakangan oleh forum WSIS yang disponsori oleh PBB dan badan dunia seperti ITU, serta industri teknologi, frekuensi ini direkomendasikan sebagai tulang punggung penetrasi Internet di negara berkembang terutama untuk area yang belum terlayani oleh infrastruktur telekomunikasi konvensional.

Teknologi yang digunakan untuk WLAN mayoritas menggunakan standar IEEE 802.11 (a/b/g). Perbedaan antar standar ini adalah pada modulasi transmisinya yang menentukan kapasitas layanan yang dihasilkan. Pada standar 802.11b, kapasitas maksimalnya 11 Mbps, 802.11g dapat mencapai 20 Mbps keduanya bekerja di frekuensi 2.4 Ghz. Sementara standar 802.11a bekerja pada frekuensi 5.8 Ghz. Karena lebar pita frekuensi yang lebih luas dan modulasi yang lebih baik, maka perangkat yang berbasis standar ini mampu melewatkan data hingga kapasitas 54 dan 108 Mbps dan menampung jumlah pengguna lebih banyak.
Ada pun dua tipe yang digunakan didalam jaringan wireless yaitu:
-          Mode Adhoc
Mode ini sama seperti mode jaringan peer to peer, jaringan ini di bangun menggunakan komponen LAN card tanpa menggunakan access point. Berikut gambarannya:

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5yMOtxcUevG9qRKZgMN7S6wSfWvT-CXMAuuDV69pa5oQp1vJi7j6iO_ssGZmyORgMNFVZYnuAuhKdkLGP2a4jt9UghxLFbY1xyBlq4UY83ls4-YaGi6XA43yuhIhvOrgxOnDuaAtIZ8Y/s1600/images.jpg

-          Mode infrastuktur
Mode ini menggunakan wirelles Lan Card pada setiap komputer. Mode ini juga menggunakan access point sebagai media penghubung, jadi client anggota jaringan harus melalui access point terlebih dahulu sebelum dapat berhubungan dengan client lain. Berikut gambaran dari mode infrastruktur:

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFesZL1ZZARziIzUcOTz5Efi0YzD3-D1mjU_2nW5WYCNhSkr7TT5B5LN_zPddUEGOAmg3Si1NKQuk3ieJrqjEYbRs3-MPAFTM5cGlIPoV0ZUTYdIPA03JH4ZMbw2GYx2AJfGhLlz3vndE/s1600/infrastruktur1.jpg

Tekonologi utama yang banyak digunakan untuk membuat jaringan nirkabel adalah keluarga protokol 802.11, dikenal juga sebagai Wi-Fi. Sementara protokol-protokol baru seperti 802.16 (dikenal juga sebagi WiMax) sepertinya bias menyelesaikan beberapa kesulitan yang tampak pada 802.11, mereka tampaknya harus melalui jalan yang panjang untuk dapat menyaingi popularitas peralatan 802.11.

Ada banyak protokol di keluarga 802.11, dan tidak semua berhubungan langsung dengan protokol radio itu sendiri. Ada tiga (3) standar nirkabel yang sekarang di implementasikan dikebanyakan peralatan yang sudah siap pakai, yaitu:

-          802.11b. Disahkan oleh IEEE pada tanggal 16 September 1999, 802.11b mungkin adalah protokol jaringan nirkabel yang paling populer yang dipakai saat ini. Jutaan alat-alat untuk mendukungnya telah dikeluarkan sejak 1993. Dia memakai modulasi yang dikenal sebagai Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS)di bagian dari ISM band dari 2.400 sampai 2.495 GHz. Dia mempunyai kecepatan maximum 11 Mbps, dengan kecepatan sebenernya yang bisa dipakai sampai 5 Mbps.

-          802.11g. Karena belum disahkan sampai Juni 2003, 802.11g merupakan pendatang yang telat di pasar nirkabel. Biarpun terlambat, 802.11g sekarang menjadi standar protokol jaringan nirkabel de facto karena sekarang dia pada hakekatnya dipakai disemua laptop dan kebanyakan alat-alat handheld lainnya. 802.11g memakai ISM band yang sama dengan 802.11b, tetapi memakai modulasi yang bernama Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM). Dia punya kecepatan maximum data 54 Mbps (dengan throughput yang bisa dipakai sebesar 22 Mbps), dan bisa turun menjadi 11 Mbps DSSS atau lebih lambat untuk kecocokan dengan 802.11b yang sangat populer.

-          802.11a. Disahkan juga oleh IEEE pada tanggal 16 September 1999, 802.11a memakai OFDM. Dia punya kecepatan maximum data 54 Mbps, dengan throughput sampai setinggi 27 Mbps. 802.11a beroperasi di ISM band antara 5.745 dan 5.805 GHz, dan di bagian dari UNII band diantara 5.150 dan 5.320 GHz. Ini membuatnya tidak cocok dengan 802.11b atau 802.11g, dan frekuensi yang lebih tinggi berarti jangkauannya lebih pendek dari pada 802.11b/g dengan daya pancar yang sama. Memang bagian dari spektrumnya relatif tidak dipakai dibandingkan dengan 2.4 GHz, sayangnya dia hanya legal digunakan di sedikit negara di dunia. Tanyakan kepada pihak yang berwenang sebelum memakai peralatan 802.11a, terutama untuk penggunaan di luar ruangan. Peralatan 802.11a sebetulnya relatif murah, tapi tidak sepopuler 802.11b/g.

Ada pun tipe – tipe jaringan wireless:

-          WWAN (Wireless Wide Area Network)
Teknologi WWAN memungkinkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel melalui jaringan publik maupun privat. Koneksi ini dapat dibuat mencakup suatu daerah yang sangat luas, seperti kota atau negara, melalui penggunaan beberapa antena atau juga sistem satelit yang diselenggarakan oleh penyelenggara jasa telekomunikasi.   

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhn187OU_ZR2XvRyj8C2ubJkEl5rD7uk0vHF1rEmz4Irefv2QJJVm0iPBrlFWvmhyphenhyphenUZDkctrv_RSyzrQsi-DdKYDfIt8RqjdU-qZBo62ZQsFgL844VXL3g3X__RO9SWqtH8GCw1q1RFa9-m/s1600/wan.gif

-          WMAN (Wireless Metropolitan Area Network)
Teknologi WMAN memungkinkan pengguna untuk membuat koneksi nirkabel antara beberapa lokasi di dalam suatu area metropolitan, contohnya antara gedung yang berbeda-beda dalam suatu kota atau pada kampus universitas. Hal ini dapat dicapai tanpa biaya serat optik atau kabel tembaga yang terkadang sangat mahal. Sebagai tambahan, WMAN dapat bertindak sebagai backup bagi jaringan yang berbasis kabel dan dia akan aktif ketika jaringan yang berbasis kabel tadi mengalami gangguan. WMAN menggunakan gelombang radio atau cahaya inframerah untuk mentransmisikan data.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiem3tZqm1CqHncNTZ9w3sSX_y9eKtTwB1xb3oLTIEpTe-fymgkD1sEOlwiuyKfoSrvPttHRYqcDytYJRts4qLYXFVcFxX_Y29BZFnNEaDBIRjsuEbp6yhABsjW8BiCRuLHZboPswtFzlUX/s1600/SS1214_IEEE.gif

-          WLAN (Wireless Local Area Network)
Teknologi WLAN membolehkan pengguna untuk membangun jaringan nirkabel dalam suatu area yang sifatnya lokal. Contohnya dalam lingkungan gedung kantor, gedung kampus atau pada area publik, seperti bandara atau kafe.

Description: http://networkwire.org/wp-content/uploads/2013/02/Wireless-Local-Area-Networks.gif

-          WPAN (Wireless Personal Area Network)
Teknologi WPAN membolehkan pengguna untuk membangun suatu jaringan nirkabel (ad hoc) bagi peranti sederhana, seperti PDA, telepon seluler atau laptop. Saat ini, dua teknologi kunci dari WPAN adalah Bluetooth dan cahaya infra merah. Bluetooth merupakan teknologi pengganti kabel yang menggunakan gelombang radio untuk mentransmisikan data sampai dengan jarak sekitar 30 kaki.

Description: http://www.rfidc.com/images/technology_intros/introductiontowireless_standards_clip_image004.jpg

Terminal
Sebuah layanan yang digunakan untuk mengakses data, aplikasi sampai desktop Windows yang terdapat di sebuah Komputer/Server jarak jauh melalui sebuah jaringan. Terminal Services sangat cocok di gunakan untuk pengembangan aplikasi yang terpusat (tersentralisasi), perusahaan2 yang masih banyak memiliki komputer lama (dengan resource yang rendah) dan tidak mampu melakukan peremajaanresource, tidak terlalu membutuhkan bandwidth yang besar dan sangat cocok untuk lingkungan intranet.

Dalam hal ini bukan tidak cocok untuk menggunakan koneksi internet tapi dengan melakukan koneksi ke Terminal Serverdengan menggunakan protokol RDP tanpa dibungkus dengan enkripsi maka akan sangat riskan dan rawan ancaman dari cracking.

Tapi jangan khawatir dengan hal itu karena di Windows 2008 Server Terminal Services hadir dengan kemampuan baru yang salah satunya adalah Terminal Service Gateway-nya yang mengijinkan user untuk melakukan koneksi ke Terminal Server dengan manggunakan protokol HTTPS yang menggunakan port 443. Dengan menggunakan protokol HTTPS koneksi ke server akan dienkripsi dan hal ini akan membuat koneksi jauh lebih aman, untuk lebih detailnya akan saya bahas dalam artikel berikutnya.

Dump Terminal mengirimkan data dan informasi lainya ke Mainframe dan selanjutnya Mainframe-lah yang akan melakukan proses, selanjutnya setelah selesai di proses Mainframe akan mengirimkan informasi yang telah di proses ke Dump Terminal kemudian akan memperbarui tampilan dari Dump Terminal.

Referensi:



Senin, 02 November 2015

Tema 2 || LAYANAN TELEMATIKA

Layanan telematika merupakan layanan dial up ke internet maupun ke semua jenis jaringan yang di dasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data.

-          Layanan telematika di bidang informasi
Layanan telematika pada bidang informasi mencondongkan diri pada layanan terhadap pelayanan masyarakat. Dengan tujuan meningkatkan masayarakat, termasuk pemberantasan kemiskinan dan kesenjangan , serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Teknologi telematika juga berpengaruh pdaa dunia politik dan budaya. Dengan adanya layanan telematika di bidang informasi, masyarakat akan lebih mudah dalam mendapatkan informasi serta menjangkau informasi dari berbagai belahan dunia.

Pada layanan ini telematika menggabungkan sistem komunikasi dengan kendaraan ebrgerak seperti mobil untuk menawarkan layanan informasi secara langsung.
Contoh layanan telematika di bidang sistem informasi:
a. Ramalan cuaca
b. Stock Information
c. Real – time Traffic Information

-          Layanan Telematika di Bidanf Keamanan
Layanan ini menyediaan fasilitas untuk memantau suatu tempat atau event dan memberikan informasi, apakah kondisi baik atau pun terdapat masalah. Seperti namanya jenis layanan ini dapat mengurangi tingkat kejahatan seperti pencurian, perampokan, dan faktor kejahatan lainnya.
Contoh:
a.       Emergency Resque (911)
b.      Car Location Tracing

-          Layanan context Aware dan Event-Based
Context Awareness adalah kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari user dan penggunaan network, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter – parameter tersebut.
Contoh            :
a.       Vehicle Diagnostic Service
b.      Car Insurance based on driving statistic

-          Layanan Perbaikan Sumber
Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber data manusia (SDM). Sumber Daya yang dimaksud disini adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telematika, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umumnya.
Contoh:
Yellow Page Service

This Page Written by:
Gita Nurfajriah / 4KA30 / 13112183

Referensi:





Kamis, 22 Oktober 2015

Dampak Positif dan Negatif Telematika

Dalam pembahasan sebelumnya telah dijelaskan tentang perkembangan, sejarah, serta arsitektur dari Telematika. Banyak sekali bidang yang membutuhkan ilmu telematika tersebut untuk mempermudah suatu proses atau pekerjaan. Berikut adalah dampak positif dari perkembangan telematika tersebut:
-            Memudahkan dalam mendapatkan informasi dari berbagai sumber. Karena banyak informasi yang bisa di unduh pada halaman web.
-            Kemudahan memperoleh data
-            Menghemat waktu dan biaya. Contohnya adalah pengirimin surat elektronik atau e-mail. Tanpa harus menunggu pesan terkirim dan membuang uang untuk biaya transportasi pengiriman berkas secara manual.
-            Transparasi dalam informasi

Pesatnya perkembangan telematika juga menimbulkan beberapa dampak negatif. Berikut dampak negatif dari perkembangan telematika:
·         Tindakan kejahatan yang dilakukan dengan mengguankan media internet. Contohnya, tindakan yang disebut carding adalah cyber, dapat menggunakan data tersebut untuk keuntungan pribadi.
·         Penyebaran Virus atau malicious ware fraud atau penipuan yang n\menggunakan electronic mail sebagai alat penyebaran informasi bagi si penipu.
·         Kejahatan Telematika merugikan individu, misal lima orang hacker (penyusup) yang berada di Moskow telah mencuri sekitar 5400 ata kartu kredit milik orang Russia dan  orang asing
·         Membuat manusia menjadi makhluk unsocial karena hanya akan mengandalkan telematika untuk menjadi sarana media berinteraksi dan lupa dengan dunia nyata.



Minggu, 18 Oktober 2015

ARSITEKTUR TELEMATIKA

ARSITEKTUR TELEMATIKA

Arsitektur telematika merupakan sebuah struktur desain yang dapat meningkatkan hubungan jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah arsitektur telematika ini mengacu pada desain dari sebuah aplikasi yang didalamnya terdapat tata letak dan cara kerja dari komponen pendukungnya. Arsitektur telematika sendiri terbagi atas dua jenis yaitu sisi client dan sisi server.

-          Sisi Client
Arsitektur dari sisi Client merujuk pada pelaksanaan atau penyimpanan data pada browser (atau klien) dan  sisi koneksi HTTP. Contohnya adalah JavaScript. JavaScript adalah sebuah contoh dari sisi klien eksekusi, dan cookie adalah contoh dari sisi klien penyimpanan.

Ada pun karakteristik dari arsitektur sisi Client ini, yaitu antara lain:
ü  Memulai terlebih dahulu permintaan ke server.
ü  Menunggu dan menerima balasan.
ü  Terhubung ke sejumlah kecil server pada waktu tertentu.
ü  Berinteraksi langsung dengan pengguna akhir, dengan menggunakan GUI.

-          Sisi Server
Eksekusi dari arsitektur sisi server adalah server Web khusus eksekusi yang melampaui standar metode HTTP yang harus mendukung. Sebagai contoh, penggunaan CGI script sisi server khusus tag tertanam di halaman HTML; tag ini memicu tindakan terjadi atau program untuk mengeksekusi.

Karakteristik dari arsitektur sisi Server:
ü  Selalu menunggu permintaan dari salah satu klien.
ü  Melayani klien permintaan kemudian menjawab dengan data yang diminta ke klien.
ü  Sebuah server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan klien.

-          Kolaborasi arsitektur sisi Client dan arsitektur sisi Server

1.      Standalone (One Tier)
Pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada mainframe. Kode aplikasi, data dan semua komponen sistem ditempatkan dan dijalankan pada host. Seperti terlihat pada gambar 1.1.

Gambar 1.1 Stand Alone (One Tier)

Walaupun komputer client dipakai untuk mengakses mainframe, tidak ada pemrosesan yang terjadi pada mesin ini, dan karena mereka “dump-client” atau “dump-terminal”. Tipe model ini, dimana semua pemrosesan terjadi secara terpusat, dikenal sebagai berbasis-host. Sekilas dapat dilihat kesalahan pada model ini. Ada dua masalah pada komputasi berbasis host: Pertama, semua pemrosesan terjadi pada sebuah mesin tunggal, sehingga semakin banyak user yang mengakses host, semakin kewalahan jadinya. Jika sebuah perusahaan memiliki beberapa kantor pusat, user yang dapat mengakses mainframe adalah yang berlokasi pada tempat itu, membiarkan kantor lain tanpa akses ke aplikasi yang ada.

Pada saat itu jaringan sudah ada namun masih dalam tahap bayi, dan umumnya digunakan untuk menghubungkan terminal dump dan mainframe. Internet baru saja dikembangkan oleh pemerintah US dan pada saat itu dikenal sebagai ARPANET. Namun keterbatasan yang dikenakan pada user mainframe dan jaringan telah mulai dihapus.

2.      Client / Server (Two Tier)
Dalam model client/server, pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Client/server adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyak client dan sebuah server yang dihubungkan melalui sebuah jaringan, seperti terlihat dalam gambar 1.2. Aplikasi ditempatkan pada komputer client dan mesin database dijalankan pada server jarak-jauh. Aplikasi client mengeluarkan permintaan ke database yang mengirimkan kembali data ke client-nya.

Gambar 1.2. Client / Server (Two Tier)

Dalam client/server, client-client yang cerdas bertanggung jawab untuk bagian dari aplikasi yang berinteraksi dengan user, termasuk logika bisnis dan komunikasi dengan server database. Tipe-tipe tugas yang terjadi pada client adalah :
ü  Antarmuka pengguna
ü  Interaksi database
ü  Pengambilan dan modifikasi data
ü  Sejumlah aturan bisnis
ü  Penanganan kesalahan

Server database berisi mesin database, termasuk tabel, prosedur tersimpan, dan trigger (yang juga berisi aturan bisnis). Dalam sistem client/server, sebagian besar logika bisnis biasanya diterapkan dalam database.

Server database manangani :
ü  Manajemen data
ü  Keamanan
ü  Query, trigger, prosedur tersimpan
ü  Penangan kesalahan

Arsitektur client/server merupakan sebuah langkah maju karena mengurangi beban pemrosesan dari komputer sentral ke komputer client. Ini berarti semakin banyak user bertambah pada aplikasi client/server, kinerja server file tidak akan menurun dengan cepat. Dengan client/server user dair berbagai lokasi dapat mengakses data yang sama dengan sedikit beban pada sebuah mesin tunggal. Namun masih terdapat kelemahan pada model ini. Selain menjalankan tugas-tugas tertentu, kinerja dan skalabilitas merupakan tujuan nyata dari sebagian besar aplikasi.

Model client/server memiliki sejumlah keterbatasan :
ü  Kurangnya skalabilitas
ü  Koneksi database dijaga
ü  Tidak ada keterbaharuan kode
ü  Tidak ada tingkat menengah untuk menangani keamanan dan transaksi

Aplikasi-aplikasi berbasis client/server memiliki kekurangan pada skalabilitas. Skalabilitas adalah seberapa besar aplikasi bisa menangani suatu kebutuhan yang meningkat – misalnya, 50 user tambahan yang mengakses aplikasi tersebut. Walaupun model client/server lebih terukur daripada model berbasis host, masih banyak pemrosesan yang terjadi pada server. Dalam model client/server semakin banyak client yang menggunakan suatu aplikasi, semakin banyak beban pada server.

Koneksi database harus dijaga untuk masing-masing client. Koneksi menghabiskan sumber daya server yang berharga dan masing-masing client tambahan diterjemahkan ke dalam satu atau beberapa koneksi. Logika kode tidak bisa didaur ulang karena kode aplikasi ada dalam sebuah pelaksanaan executable monolitik pada client. Ini juga menjadikan modifikasi pada kode sumber sulit. Penyusunan ulang perubahan itu ke semua komputer client juga membuat sakit kepala.

Keamanan dan transaksi juga harus dikodekan sebagai pengganti penanganan oleh COM+/MTS. Bukan berarti model client/server bukanlah merupakan model yang layak bagi aplikasi-aplikasi. Banyak aplikasi yang lebih kecil dengan jumlah user terbatas bekerja sempurna dengan model ini. Kemudahan pengembangan aplikasi client/server turut menjadikannya sebuah solusi menarik bagi perusahaan.
Pengembangan umumnya jauh lebih cepat dengan tipe sistem ini. Siklus pengembangan yang lebih cepat ini tidak hanya menjadikan aplikasi meningkat dan berjalan dengan cepat namun juga lebih hemat biaya.

3.      Three Tier / Multi Tier
Arsitektur Three-Tier diperkenalkan untuk mengatasi kelemahan dari arsitektur Two - Tier. Di tiga tingkatan arsitektur, sebuah middleware digunakan antara sistem user interface lingkungan Client dan Server manajemen database lingkungan. Middleware ini di implementasikan dalam berbagai cara seperti pengolahan transaksi monitor, pesan Server atau aplikasi Server. Gambaran arsitektur ini ada pada gambar 1.3.

Gambar 1.3. Three Tier (Multi Tier)

The middleware menjalankan fungsi dari antrian, eksekusi aplikasi dan database pementasan. Di samping itu middleware menambahkan penjadwalan dan prioritas untuk bekerja di kemajuan. Three-tier Client / Server arsitektur digunakan untuk meningkatkan performa untuk jumlah pengguna yang besar dan juga meningkatkan fleksibilitas ketika dibandingkan dengan pendekatan dua tingkat. Kekurangannya tingkatan arsitektur adalah bahwa lingkungan pengembangan lebih sulit untuk digunakan daripada pengembangan aplikasi dari dua lapis.


Referensi:


This page written by:
Name : GITA NURFAJRIAH
NPM  : 13112183
CLASS : 4 KA 30

Sabtu, 17 Oktober 2015

TELEMATIKA DAN ARAH PERKEMBANGAN

-        Telematika dan pemanfaatannya

Menurut para praktisi, telematika adalah singkatan dari telekomunikasi dan informasi. Hal tersebut merupakan wujud dari perpaduan konsep dari Computing and Communication. Sementara itu, menurut Kerangka Kebijakan Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika Indonesia, teknologi telematika merupakan singkatan dari teknologi komunikasi, media, dan informatika. Istilah tersebut mengarah pada perkembangan teknologi yang menjadi perangkat pengolah informasi.
Pemanfaatan

            Kecanggihan telematika sangat membantu seluruh aspek didunia. Baik dari segi informasi, aplikasi, mau pun kegunaan lainnya. Informasi disini diartikan telematika sebagai media yang membantu menyebarkan informasi yang bisa menjadi pengetahuan setiap orang yang membaca. Dengan akses internet dan ilmu komputer, informasi bisa dikemas dengan menarik, kreatif dan mudah didapat. Selain dari segi informasi, pemanfaatan telematika lainnya ialah dalam segi aplikasi. Pemanfaatan telematika mendukung praktisi – praktisi membuat aplikasi dari sistem yang masih menggunakan cara manual.

            Banyak manfaat dari telematika tersebut. Namun, banyak juga pihak yang menyalahgunakan manfaat dari telematika. Seperti bebasnya informasi yang tanpa batasan sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Terjadinya kejahatan internet seperti terbobolnya data yang ada di internet, adanya ‘hacking’ pada suatu web, dan masih banyak lagi. Sebab itu lah dibuat peraturan tertulis mengenai telematika di Indonesia.

-          Perkembangan Telematika

Perkembangan telematika memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu dan popular. Semula media masih belum menjadi bagian integral dari hal tersebut. Seiring dengan perkembangan yang pesat, baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan komunikasi juga menghadirkan media sebagai komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah telematika  merujuk pada perkembangan antara telekomunikasi, media, dan informatika. Seperti pada pendapat Kerangka Kebijakan Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika Indonesia yang telah dibahas.
Seperti penjelasan sebelumnya, perkembangan telematika berjalan dengan pesat. Kebutuhan manusia sangat mempengaruhi perkembangan tersebut. Contoh nyata dari perkembangan telematika ialah dengan munculnya berbagai social media. Pada tahun 1990 manusia berkomunikasi menggunakan surat yang mana masih membutuhkan waktu untuk pengiriman. Dengan kebutuhan tersebut dibuatlah surat elektronik yang menggunakan ilmu komputer dan elektronika. Surat elektronik atau yang kita kenal dengan email diciptakan untuk memudahkan komunikasi manusia. Dengan mengandalkan koneksi internet dan perangkat elektronik kita bisa mengirim dan menerima file atau berkas tanpa menunggu lama. Ada pun fasilitas yang menunjang email seperti Ymail dan Gmail.

-          Arah perkembangan telematika

D Indonesia, perkembangan telematika mengalami tiga periode perkembangan berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat, yaitu antara lain:
1.      Periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Pada tahun 1970-an, perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, membuat Indonesia tidak cukup mengindahkan perkembangan telematika. Pada tahun 1980-an, jaringan telpon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas.
2.      Periode pengenalan, rentang waktunya adalah tahun 1990-an. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun ini. Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televisi internasional - tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998.
3.      Periode aplikasi dimulai tahun 2000. Awal era millennium inilah, pemerintah Indonesia serius menaggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama di sektor sellular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya. Namun, peluang untuk memperoleh informasi bernuansa porno dan bentuk kekerasan lainnya, menjadi sangat mudah didapatkan dalam teknologi telematika.

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga tidak akan kalah dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan faktor baru dari perkembangan teknologi. Antarmuka pun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu, GoogleApps, YahooApps Live semua berlomba menampilkan antarmuka yang terbaik dan lebih bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunannya.

Bangsa Indonesia berusaha untuk tidak tertinggal dengan bangsa lain menyangkut telematika. Dengan dirintis oleh beberapa orang yang berdedikasi pada dunia akademisi, pengenalan dunia telematika mulai dilakukan seiring berkembangnya situasi politik dan ekonomi.

Dukungan politik pemerintah dengan berbagai kebijakannya, lebih menggairahkan telematika di Indonesia, dan tentunya industri, serta pengaruh luar negeri mengambil peranan penting disamping ketertarikan masyarakat yang membutuhkannya.

Perkembangan telematika di Indonesia mengalami peningkatan, sejalan dengan inovasi teknologi yang terjadi. Prospek ke masa depan, telematika di Indonesia memiliki potensi yang tinggi, baik itu untuk kemajuan bangsa, maupun pemberdayaan sumber daya manusianya.

Referensi:
http://ichamuharami.blogspot.co.id/2014/10/telematika-dan-arah-perkembangannya-di.html

This Blog Created By:
Gita Nurfajriah
4 KA 30
13112183